Wanita di Binjai Terciduk Polisi Gegara Buka Jasa Judi Togel Online

Jasa Judi Togel Online

Salah satu masyarakat di Binjai, Sumatera Utara bernama samaran DS alias CI umur 47 tahun telah membuka perjudian togel online di Palu. Pelaku telah beroperasi semenjak tahun 2018 yang lalu dalam aksi haramnya ini. Aksi wanita paruh baya ini akhirnya terendus pihak kepolisian. Lalu ia ditangkap oleh regu subdit V siber Ditreskrimsus Polda Sulteng, pada hari Sabtu tanggal 16 Januari 2021.

Namun tidak hanya DS saja, Polda Sulteng pula menangkap 8 tersangka lain yang mana merupakan kaki tangan dari pelaku DS. Penangkapan pelaku pertama ini dicoba subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Sulteng di kontrakannya di Jalur Sintuwu Kel. Tondo Kec. Palu Timur. Pihak polisi menerima data mengenai pelaku dari warga tentang terdapatnya praktek judi online.

bandar togel
ilustrasi judi online

baca juga:Asyik Bermain Judi Domino, Kades Muda Diciduk

Posisi dari 8 tersangka adalah orang yang ikut serta dalam kegiatan judi online togel. Sedangkan DS pengepul yang melayani para pemasang yang dicoba secara online, melaksanakan rekapan angka togel, mengirimkan rekapan. Kemudian sehabis merekap dan terkumpul, lalu difoto serta dikirim ke terdakwa DS.

Pada hari Kamis 28 Januari yang lalu, Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Polisi Didik Supranoto didampingi Ditreskrimsus Polda Sulteng Kombes Polisi Afrisal, mengatakan bahwa ada penghasilan yang diperoleh pemasang togel, pasangan 2 nomor Rp 1.000 maka bakal dapat Rp60.000 sampai dengan Rp65.000. Pasangan 3 nomor dibeli dengan harga Rp 1.000, maka bakal dapat Rp 400.000 serta pasangan 4 nomor Rp 1.000 hadiahnya adalah Rp2.500.000. Sebaliknya pemasangan taruhan shio togel minimun Rp1.000 akan mendapat bayara sebesar Rp10.000 jika menang.

Didik mengatakan pembayaran kepada pemenang dilakukan secara transfer. Demikian pula pemasangan yang dicoba oleh masyarakat lainnya. Judi online yang dikelola oleh DS menjajaki putaran judi online dari Sydney Australia, Singapore serta Hongkong, tutur Didik.

Lantas daru hasil pengecekan swab Covid- 19, ternyata 2 terdakwa tercantum DS dinyatakan positif Covid- 19. Para terdakwa menempuh perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Palu. Dan juga terdakwa lainnya yang tidak terserang virus ditahan di Rutan Polda Sulteng.

Terhadap para terdakwa, penyidik menjerat sebagaimana pasal 27 ayat 2 Jo. Pasal 45 ayat 2 UU RI No 19 tahun 2016 tentang pergantian atas UU RI No 11 tahun 2008 mengenai data serta transaksi elektronik serta ataupun Pasal 303 ayat 1 ke 3 Jo. Pasal 55, 56 KUHP pidana dengan ancaman penjara selama 6 tahun penjara serta denda 1 Miliyar Rupiah.

sumber: www.merdeka.com